Pages

Jumat, 27 Juni 2014

Dengan berjamaah, kebaikan akan terasa lebih mudah

Ketika  sholat di Masjid baiturrahmah belimbing, kuranji, padang. Ternyata  bertepatan dengan jadwal pengajian. Langsung ikut aja dan dapat materi yang  menarik. Disamping dapat ilmu juga dapat ini, yg tidak ternilai harganya....
 Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sunnguh Para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu”
(Shahiih; HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidziy, Ibnu Maajah, dan selainnnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah ada suatu kaum yang duduk untuk berdzikir kepada Allah ta’ala melainkan malaikat
akan meliputi mereka dan rahmat akan menyelimuti mereka, dan akan turun kepada mereka ketenangan, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.”(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain:
Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla membanggakan kalian [yang berada di majelis ilmu] di hadapan para malaikat.”
(HR. Muslim)

Ustad mulai dengan mengatakan Suatu kondisi yang sangat mempengaruhi ke pribadian seseorang itu salah satunya adalah lingkungan tempat ia tumbuh dan dibesarkan. Coba kita bayangkan, Pada suatu tempat katakanlah suatu kelas yang rata-rata isinya orang yang suka berbohong, jika ada satu orang yang jujur maka akan dikatakan sok atau sombong. Sebaliknya pada suatu kelas itu rata-rata isinya orang yang jujur maka orang yang tidak jujur akan dikatakan tidak baik dan tidak pantas.
            Dan juga pada suatu tempat yang rata2 orangnya  kasar2 dan suka berkata-kata kotor maka kita akan terbawa-bawa kasar dan suka berkata kotor, sebaliknya jika lingkungan kita baik dengan akhlak yang mulia maka kita akan terbawa dan terbiasa dengan akhlak yang mulia.
            Jika kita hidup dilingkungan yang kotor, maka kita akan ikut-ikutan kotor dan tidak rapi. Tapi jika kita hidup dengan orang yang bersih dan rapi, maka kita akan malu untuk buang sampah sembarangan dan kita akan ikut rapi.
            Segala amal ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT bermuara pada kehidupan social /jamaah. Baik itu puasa, shalat, zakat, infak, haji dll. Puasa mengajarkan kita agar senang berbagi dengan sesama dengan merasakan kelaparan orang2 yg kekurangan. Zakar dan infak agar harta itu tidak beredar pada orang2 kaya saja. Dan juga shalat berjamaah, Itulah mengapa kita sangat dianjurkan untuk shalat berjamaah dimasjid.
            Dalam beberapa ayat perintah diakhiri dengan kalimat la’allakum tattakun (mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa). Jadi, tidak cukup hanya dengan beriman / percaya saja. Tetapi harus dengan bertaqwa (bersikap dan berprilaku yang sesuai dengan perintah Allah SWT). Jadi belum tentu orang yang sholat, orang yang puasa atau orang yang membayar zakat itu bertaqwa. Jika prilaku nya telah mencerminkan akhlak yang baik maka itu lah orang yang bertaqwa.
            Misalkan dalam suatu keluarga ada 4 orang  Anak, dan seorang mertua. Jika semuanya beriman dan berakhlak yang baik. Subhanallah, rumah itu akan menjadi syurga bagi keluarga itu. Tapi, ada seorang anak saja yang nakalnya minta ampun, maka rumah itu bisa menjadi neraka bagi penghuninya. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan kebaikan itu tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama atau berjamaah. Tetapi untuk menurunkan keburukan, cukup satu orang saja yang berbuat buruk maka semuanya bisa merasakan dampaknya.
            Rasulullah SAW mengibaratkan manusia itu ibarat sedang berlayar diatas sebuah kapal besar. Jika ada satu orang saja yang berbuat nakal, dengan melubangi bagian bawah kapal, maka semuanya akan binasa. Maka harus ada satu orang yang mencegahnya baik dengan perbuatan, perkataan , ataupun dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman.

Afwan kalau ada yg salah, kepada Allah SWT mohon ampun.
Syukron



Tidak ada komentar:

Posting Komentar