Dengan berjamaah, kebaikan akan terasa lebih mudah
Ketika sholat di Masjid baiturrahmah belimbing,
kuranji, padang. Ternyata bertepatan
dengan jadwal pengajian. Langsung ikut aja dan dapat materi yang menarik. Disamping dapat ilmu juga dapat ini,
yg tidak ternilai harganya....
Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sunnguh
Para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu”
(Shahiih;
HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidziy, Ibnu Maajah, dan selainnnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah
ada suatu kaum yang duduk untuk berdzikir kepada Allah ta’ala melainkan
malaikat
akan meliputi mereka dan rahmat akan menyelimuti mereka, dan akan
turun kepada mereka ketenangan, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di
hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.”(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain:
Sesungguhnya
Allah ‘azza wa jalla membanggakan kalian [yang berada di majelis ilmu] di
hadapan para malaikat.”
(HR. Muslim)
Ustad mulai dengan mengatakan Suatu
kondisi yang sangat mempengaruhi ke pribadian seseorang itu salah satunya
adalah lingkungan tempat ia tumbuh dan dibesarkan. Coba kita bayangkan, Pada
suatu tempat katakanlah suatu kelas yang rata-rata isinya orang yang suka berbohong,
jika ada satu orang yang jujur maka akan dikatakan sok atau sombong. Sebaliknya
pada suatu kelas itu rata-rata isinya orang yang jujur maka orang yang tidak
jujur akan dikatakan tidak baik dan tidak pantas.
Dan
juga pada suatu tempat yang rata2 orangnya kasar2 dan suka berkata-kata kotor maka kita
akan terbawa-bawa kasar dan suka berkata kotor, sebaliknya jika lingkungan kita
baik dengan akhlak yang mulia maka kita akan terbawa dan terbiasa dengan akhlak
yang mulia.
Jika
kita hidup dilingkungan yang kotor, maka kita akan ikut-ikutan kotor dan tidak
rapi. Tapi jika kita hidup dengan orang yang bersih dan rapi, maka kita akan
malu untuk buang sampah sembarangan dan kita akan ikut rapi.
Segala
amal ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT bermuara pada kehidupan social /jamaah.
Baik itu puasa, shalat, zakat, infak, haji dll. Puasa mengajarkan kita agar
senang berbagi dengan sesama dengan merasakan kelaparan orang2 yg kekurangan.
Zakar dan infak agar harta itu tidak beredar pada orang2 kaya saja. Dan juga
shalat berjamaah, Itulah mengapa kita sangat dianjurkan untuk shalat berjamaah
dimasjid.
Dalam
beberapa ayat perintah diakhiri dengan kalimat la’allakum tattakun
(mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa). Jadi, tidak cukup hanya
dengan beriman / percaya saja. Tetapi harus dengan bertaqwa (bersikap dan
berprilaku yang sesuai dengan perintah Allah SWT). Jadi belum tentu orang yang
sholat, orang yang puasa atau orang yang membayar zakat itu bertaqwa. Jika
prilaku nya telah mencerminkan akhlak yang baik maka itu lah orang yang bertaqwa.
Misalkan
dalam suatu keluarga ada 4 orang Anak,
dan seorang mertua. Jika semuanya beriman dan berakhlak yang baik. Subhanallah,
rumah itu akan menjadi syurga bagi keluarga itu. Tapi, ada seorang anak saja
yang nakalnya minta ampun, maka rumah itu bisa menjadi neraka bagi penghuninya.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan kebaikan itu tidak bisa
sendiri-sendiri, harus bersama-sama atau berjamaah. Tetapi untuk menurunkan
keburukan, cukup satu orang saja yang berbuat buruk maka semuanya bisa
merasakan dampaknya.
Rasulullah
SAW mengibaratkan manusia itu ibarat sedang berlayar diatas sebuah kapal besar.
Jika ada satu orang saja yang berbuat nakal, dengan melubangi bagian bawah
kapal, maka semuanya akan binasa. Maka harus ada satu orang yang mencegahnya
baik dengan perbuatan, perkataan , ataupun dengan hati. Dan itulah
selemah-lemahnya iman.
Afwan kalau ada yg salah, kepada Allah SWT mohon
ampun.
Syukron


Tidak ada komentar:
Posting Komentar