Pages

Selasa, 20 Mei 2014

Berbagi takkan mengurangi


Suatu ketika, Rasulullah SAW kedatangan seorang tamu. Seorang muafir yang sedang kehabisan bekal. Karena dirumahnya tidak ada sesuatu yang layak untuk diberikan, maka nabi SAW meminta tolong bilal untuk mengantarkan tamu itu kerumah Fatimah.
            Sesampainya dirumah putri kesayangan nabi SAW itu ternyata juga tidak ada sesuatu yang layak untuk dimakan. Maka dengan hati tulus ikhlas Fatimah memberikan
kalung hadiah pernikahannya dengan Ali “ambillah kalung ini dan juallah ! mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi keperluanmu” kata Fatimah.
            “berapa kamu hendak menjual kalung itu ? “ Tanya Ammar bin Yassir.
            “Aku akan menukarnya dengan roti dan daging sekedar untuk mengenyangkan perutku, sebuah baju untuk menutup tubuhku dan uang satu dinar untuk menemui istriku” kata sitamu itu.
            Ammar berkata “ Baiklah, aku membeli kalung itu dengan harga 20 Dinar ditambah 200 Dirham, ditambah sebuah baju serta seekor unta agar kamu dapat menemui istrimu”
            Setelah itu ammar berkata kepada budaknya “ wahai Asham, pergilah menghadap Rasulullah SAW, katakan bahwa aku menghadiahkan kalung ini dan juga kamu kepada beliau. Mulai hari ini kemu bukan budakku  lagi, tetapi budak rasulullah SAW.”
            Ternyata Rasulullah SAW melakukan hal yang sama dengan Ammar, ia menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada Fatimah.
            Fatimah sangat bahagia menerima hadiah dari ayahandanya. Dia sadar ternyata kebaikannya mendapat balasan lebih dari ALLAH SWT.
            Lalu Fatimah berkata kepada Asham “ wahai Asham, kamu sekarang bebas dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka. Aku melakukannya karena ALLAH SWT.
            Asham tertawa terbahak-bahak , sehingga membuat Fatimah menjadi heran. Asham berkata“ aku tertawa kagum akan berkah kalung yang beriwayat ini. Ia telah mengenyangkan orang lapar, ia telah menutup tubuh orang telanjang, ia telah memenuhi hajat orang yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan seorang budak.” Jawab Asham.

            Rasulullah SAW bersabda “ siapa saja yang ingin doanya dikabulkan dan kesusahannya dihilangkan, maka bantulah orang yang sedang dalam kesulitan.” (HR. Ibnu Abid Duya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar